Bripka Aan Taufani Harus Jalani Rawat Inap Karena Kelelahan Kawal Pemilu di Lamongan

Bripka Aan Taufani Harus Jalani Rawat Inap Karena Kelelahan Kawal Pemilu di Lamongan – Bukan sekedar penyelenggara Pemilu 2019 yang pada ‘tumbang’ sebab kecapekan. Seseorang polisi di Lamongan harus juga melakukan rawat inap di rumah sakit sebab kecapekan dalam menjaga pesta demokrasi tahun ini.

Seseorang polisi yang disebut yaitu anggota Polres Lamongan Bripka Aan Taufani. Polisi yang ditugaskan untuk perlindungan Pemilu di Kecamatan Kembangbahu itu mesti melakukan rawat inap di ruangan perawatan Dahlia 105 RSUD dr Soegiri Lamongan, jalan Kusuma Bangsa.

“Kecapekan sebab jagalah Pemilu, jadi satu diantara sebabnya,” kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung waktu menjenguk Aan di ruangan Dahlia 105, Rabu (24/4/2019).

Menurut Feby, lelahnya anggota kepolisian memang lumrah. Itu sebab mereka bukan sekedar bekerja pada tingkat PPS. Tetapi mesti bersambung ke perlindungan untuk rekapitulasi hitungan ke kecamatan.

“Sebab yang berkaitan dirawat di rumah sakit, jadi untuk pekerjaan di Kembangbahu akan diganti oleh personil yang lain,” tambah Feby.

Dia mengharap Aan segera sembuh serta dapat melakukan pekerjaan menjadi seseorang Polri. Sebelum tinggalkan rumah sakit, Feby memberikan pertolongan yang diberikan langsung pada Aan yang masih tetap berbaring serta diinfus.

Lebih jauh Feby menerangkan, tidak hanya Aan masih tetap ada lagi satu polisi yang roboh sebab kecapekan sepanjang proses Pemilu 2019. “Ada lagi satu tetapi saat ini telah pulih,” lebih Feby tanpa ada menyebutkan nama anggota yang disebut.

Sesaat petugas RSUD dr Soegiri, Budi Wignyo menjelaskan, hasil laboratorium pasien atas nama Aan situasi sekarang ini leukositnya cuma 20.300 sel/mm3. Diluar itu dapat diyakinkan ketahanan badan Aan alami penurunan.

“Kontrol tipes ataupun demam berdarah negatif. Perkiraan paling tidak tiga hari dapat pulang. Dan juga masih tetap bergantung dengan hasil kontrol lagi kelak,” lanjut Budi.

Sampai sekarang ini Aan terbaring sakit serta ditemani saudaranya. Sang istri, menurut Aan, tengah dalam situasi hamil hingga tidak dapat menanti dianya di rumah sakit.