Bullying Dirasakan Nadya Hutagalung Di Sosmed – Pembawa acara serta mode Nadya Hutagalung rupanya sempat berubah menjadi korban purundungan (bullying) di social media. Wanita campuran Batak-Australia ini lantas miliki trik khusus buat menyelesaikannya.

Peristiwa bullying di social media itu dirasakannya saat akhir Asia’s Next Top Mode 2 pada 2014. Di arena pelacakan mode memiliki bakat karya Tyra Banks itu, Nadya Hutagalung berperan sebagai salah di antara satu dari empat juri.

” Semasing negara miliki fans yg fanatik. Mereka begitu beri dukungan perwakilan negaranya di pertandingan itu. Jadi, saya sukai berubah menjadi tujuan amarah mereka bila mode dari negara mereka alami suatu hal yg tidak baik, ” narasi Nadya kala dijumpai Wolipop di Wealth Wisdom Permata Bank, Jakarta, Kamis (15/8/2019) .

Gak dikit dari banyak fans itu, lanjut Nadya, menyerangnya dengan cara verbal di Instagram. Pernah muak dengan perlakuan itu, eks VJ MTV Asia ini lalu tutup account itu. ” Saya hapus saja. Lebih kurang 1 bulan lebih saya tak main Instagram. It was like a digital detox for me too, ” kata Nadya.

Waktu vakum dari social media pun dipakai Nadya buat merefleksi diri. Pengalaman itu terus buka matanya buat lebih bijak dalam melawan bullying di social media, terpenting dengan cara verbal.

” Sederhananya, itu sebatas banyak kata yg terdiri dalam skema alfabet. It just doesn’t matter. Namun itu dapat berubah menjadi soal buat beberapa anak muda lantaran emosi mereka belum disiapkan dengan cara baik. Basis social media ini dapat kita pakai buat berikan resiko baik atau tidak baik. It’s our choice, ” kata Nadya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *