Penjaga Makam di Blitar Tertabrak Kereta Api Malioboro Ekspres

Penjaga Makam di Blitar Tertabrak Kereta Api Malioboro Ekspres – Penjaga makam di Kabupaten Blitar tertabrak Kereta Barah (KA) Malioboro Ekspres. Waktu itu korban dilaporkan tengah berjalan di Jembatan Majenang, waktu kereta barah melintas dari timur (Malang) ke barat (Blitar). Atau persisnya di KM 108+2 petak Jalan Talun-Garum.

Data polisi mengatakan, korban bernama Sanyoto (56). Ia penjaga makam di Desa Dander Kecamatan Talun. Info masinis Rizal K, ia lihat pria itu membawa rumput berjalan di jembatan, waktu KA jurusan Malang-Yogyakarta yang dikemudikan melintas ke arah Blitar.

“Peristiwa seputar jam 09.55 WIB. Info dari Masinis Rizal K, korban berjalan diatas jembatan menghadap ke barat. Tempatnya sebetulnya telah di ujung jembatan. Akan tetapi sebab kecepatan kereta tidak dapat dikurangi dengan mendadak, jadi kecelakaan tidak dapat dihindarkan,” jelas Kabag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanudin, Minggu (4/11/2018).

Mengakibatkan, badan Sanyoto luka kronis. Kaki kanannya patah serta kepala samping kanan luka robek yang menyebabkan korban wafat dalam tempat.

“Korban terluka kronis serta langsung wafat dalam tempat. Kami pengungsian ke RS Ngudi Waluyo Wlingi,” tambah Burhan.

Sesaat info dari Manager Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, korban dilaporkan ada di daerah terlarang untuk umum.

“Korban ada di daerah terlarang untuk umum. Korban melewati jembatan BH (Bangunan Hikmat) no 443 di KM 108+9 Korban diketemukan di KM 108+0,” katanya lewat pesan whatsapp.

Kereta 93 (Malioboro Ekspres), lanjut ia, berhenti mengagumkan (BLB) di tempat peristiwa untuk penelusuran serangkaian. Serta dinyatakan baik oleh masinis. Jam 09.59 wib, kereta meneruskan perjalanan serta datang di Stasiun Garum menyerahkan bukti kecelakaan.

“Terlibat keterlambatan cuma 10 menit. Mudah-mudahan penduduk makin mengerti bahaya bila melalui daerah trek kereta barah yang terlarang,” ujarnya.