Home / Berita Umum / Polres Sukoharjo Tangkap 2 Pelaku Penganiayaan Terhadap Sopir Taksi Online

Polres Sukoharjo Tangkap 2 Pelaku Penganiayaan Terhadap Sopir Taksi Online

Polres Sukoharjo Tangkap 2 Pelaku Penganiayaan Terhadap Sopir Taksi Online – Polres Sukoharjo tangkap dua orang aktor penganiayaan pada sopir taksi online. Momen itu sudah sempat membuat korban, Sumarno, mesti dirawat di dalam rumah sakit saat beberapa waktu.

Pelakunya ialah seseorang lelaki asal Serengan, Solo, Loreng Dwi Prasojo (30) serta temannya, seseorang wanita asal Berbah, Sleman, DIY, Zeni Liana Ningsih (25). Zeni kerja di lokasi Sukoharjo, sedang Loreng tidak kerja.

Dalam penyelidikan, Loreng mengakui lakukan tindakan nekatnya sebab fakta balas dendam. Mereka berdua alami tabrak lari oleh taksi konvensional berwarna biru tiada kenal ciri yang lain.

“Pada Minggu (3/2) seputar jam 21.40 WIB, mereka pesan taksi online dengan keinginan memperoleh taksi yang menyerempetnya. Mereka sampai pesan delapan kali sampai memperoleh taksi warna biru,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi waktu jumpa wartawan, Senin (11/3/2019).

Pergi dari RS dr Oen Solo Baru, mereka ke arah ke tempat arah, yaitu di belakang Hotel Fave Solo Baru. Di tempat yang sepi itu, Loreng serta Zeni lakukan laganya.

Awalannya Loreng berupaya menangkap leher Sumarno dengan tali rafia. Lalu Zeni membantunya dengan menyerang korban memakai pisau cutter serta membungkamnya supaya tidak berteriak.

“Korban sampai menelungkupkan tangan ke muka serta membunyikan klakson. Aktor cemas serta langsung tinggalkan tempat,” tuturnya.

Kedua-duanya buang tanda bukti, yakni rafia, pisau, lakban, sehelai kain yang disangka kerudung serta pakaian tidak jauh dari tempat peristiwa. Mereka pun akan memutuskan tidur di semak-semak saat malam itu sampai esok harinya.

“Sesaat keadaan korban waktu itu telah lemah di mobil. Ia lantas mengontak rekan-rekan sama-sama sopir taksi serta ditolong ke rumah sakit,” katanya.

Polisi selalu mencari aktor lewat nomer hp yang dipakai Zeni pesan taksi online. Sudah sempat nonaktif, nomer itu pada akhirnya diaktifkan kembali sampai bisa didapati kehadiran mereka.

“Kami tangkap Z di tempat tinggalnya, Sleman pada 27 Februari. Lalu pada 28 Februari kami tangkap L di dalam rumah saudaranya di Gumpang, Kartasura,” katanya.

Iwan akan memahami apa motif yang dikatakan terduga betul-betul bukti. Karena masih tetap ada peluang lainnya, yakni mereka menganiaya korban untuk merampok mobil.

“Masih tetap kita dalami motifnya. Mereka dijaring dengan Masalah 170 KUHP sebab lakukan penganiayaan bersama sampai mengakibatkan korban terluka kronis,” tutupnya.

About admin