Spurs Seperti Kesetanan dan Menyapu Bersih Lima Laga dengan Kemenangan

Spurs Seperti Kesetanan dan Menyapu Bersih Lima Laga dengan Kemenangan – Publik mungkin sangat repot dengan pertarungan Liverpool serta Manchester City. Hingga mereka lupa Tottenham Hotspur tidak diduga telah berada di tempat ke-2.

Liverpool serta City tidak pelak ialah favorite penting juara Premier League musim ini lihat tampilan mereka semenjak awal musim. City yang tampil trengginas selalu dipepet Liverpool yang tidak ingin dikit juga kehilangan jarak dengan lawannya itu.

Panorama itu sekurang-kurangnya kita dapat lihat sampai minggu ke-15. Akan tetapi, puncak klassemen lalu beralih selesai kekalahan City dari Chelsea di minggu ke-16 dengan Liverpool naik ke tempat paling atas.

Tiga minggu sesudahnya, Liverpool kukuh di tempat itu dengan unggul tujuh point dari City yang turun ke tempat ke-3. Lantas, siapa yang berada di tempat ke-2? Tidak lainnya tidak bukan, Spurs yang menyelip diantara Liverpool serta City.

Spurs memang sudah sempat dipinggirkan dari perebutan gelar juara sesudah mereka berada di tempat ke lima pada minggu ke-14 selesai kalah dari Arsenal, persisnya awal Desember ini.

Akan tetapi, sesudahnya Spurs seperti kesetanan serta menyapu bersih lima pertandingan dengan kemenangan termasuk juga dua pertandingan paling akhir dengan score besar, 6-2 atas Everton serta 5-0 atas Bournemouth.

Spurs sekarang gantian yang menguntit Liverpool dengan 45 point, beda enam angka dari Liverpool di puncak klassemen. Lumrah bila The Lilywhites dapat melonjak semacam ini mengingat mereka tengan on fire melalui catatan 17 gol serta hanya kebobolan tiga gol.

Mereka sekarang jadi team tertajam ke-3 di Premier League dengan 42 gol, cuma kalah dari City (51 gol) serta Liverpool (43 gol). Dalam diam, team bimbingan Mauricio Pochettino ini naik ke tempat dua besar serta mulai membuat mereka disebutkan menjadi salah satunya calon juara.

“Silahkan saja fans kami punya mimpi sesuka mereka. Tentunya di club berlainan,” tutur Pochettino.

“Sepakbola itu masalah punya mimpi serta yakin, tetapi ikut masalah menghargai pertandingan dan lawan” sambungnya.

“Liverpool serta Manchester City miliki kultur dan riwayat sebab mereka mencapai beberapa hal dalam beberapa waktu paling akhir.”

Spurs sendiri sudah sempat bertanding dalam perburuan titel juara pada musim 2016 serta 2017, akan tetapi kedua-duanya kalah dari Leicester City dan Chelsea.

“Kami berada di sini sebab kami patut memperolehnya, tetapi musim masih tetap panjang serta kami mesti pelan-pelan, tetap meyakini jika kami dapat tampil lebih baik kembali. Mimpi itu tidak dilarang tetapi pada saat bertepatan kami mesti mengarahkannya dengan benar,” tutup Pochettino.