Home / Berita Umum / Tahun Lalu Unilever Sempat Alami Tak Capai Tranformasi

Tahun Lalu Unilever Sempat Alami Tak Capai Tranformasi

Tahun Lalu Unilever Sempat Alami Tak Capai Tranformasi – Pemegang saham PT Unilever Indonesia Tbk setuju untuk mengubah jejeran direksi, termasuk juga membuat jabatan baru untuk menyikapi perubahan di jaman digital. Hal semacam itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019.

Pemegang saham akan memutuskan untuk mengusung Sri Widowati serta Veronika Utami untuk duduk jadi direktur perusahaan. Terkecuali itu, pemegang saham pula mengusung Deborah Herawati Sadrach jadi Komisaris Independent.

” Direktur awal kalinya Vikas Gupta mengundurkan diri serta diganti oleh Veronika Utami, ” ujar Direktur serta Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso.

Disamping itu, Sri Widowati menempati jabatan yang barusan dibikin oleh perusahaan, yaitu sisi transformasi serta perkembangan digital.

Direktur Pokok Unilever Indonesia Hemant Bakshi menjelaskan RUPST pula mempersetujui pembagian dividen sebesar Rp9 triliun. Ini mempunyai arti perusahaan memanfaatkan beberapa laba bersihnya tahun yang lalu untuk membayar dividen.

Dividen ini diberi dengan dua step, yaitu dividen interim yang udah disalurkan pada 5 Desember 2018 sebesar Rp410 per saham. Sesaat, laba final dapat diberi sesudah RUPST sebesar Rp775 per saham.

” Sampai dividen semua yang dapat di terima oleh pemegang saham perseroan yang memiliki hak untuk tahun buku yang selesai pada tanggal 31 Desember 2018 ialah beberapa Rp1. 185per saham, ” papar Bakshi dalam info sah.

Dalam saat kedepan, Bakshi menjelaskan perusahaan akan tetap mengerjakan transformasi di tiap-tiap barisan bisnisnya biar konsisten sesuai keperluan pembeli. Dengan demikian, kapasitas keuangan konsisten positif waktu yang akan datang.

” Selama tahun 2018, Perseroan udah mengeluarkan 70 pengembangan baru, baik itu merek baru, ataupun produk dalam format yang baru untuk memperkaya portofolio Perseroan, ” katanya.

Kabar saja, perkembangan kapasitas perusahaan gak terlampau tinggi selama tahun yang lalu. Penjualan pada 2018 cuma naik tipis dari Rp41, 2 triliun berubah menjadi Rp41, 8 triliun, lalu laba bersihnya naik dari Rp7 triliun berubah menjadi Rp9, 1 triliun.

About penulis77