Home / Berita Umum / Trans Sarbagita Disetop Gubernur Bali Karena Tidak Sebanding dengan APBD

Trans Sarbagita Disetop Gubernur Bali Karena Tidak Sebanding dengan APBD

Trans Sarbagita Disetop Gubernur Bali Karena Tidak Sebanding dengan APBD – Trans Sarbagita disetop Gubernur Bali I Wayan Koster sebab tidak sepadan dengan APBD. Hanya satu yang tersisa ialah trayek Denpasar-Jimbaran.

Salah satunya halte yang padat penumpang yakni Halte Sudirman 2 yang terdapat di muka Kampus Udayana (Unud), Jl Jenderal Sudirman, Denpasar, Bali. Salah satunya mahasiswi Unud mengakui masih tetap pilih transportasi ini untuk bolak-balik ke kosnya di Jimbaran.

“Soalnya tambah murah dibanding naik motor, serta enak tidak kepanasan,” kata Heidy Ivana waktu didapati di tempat, Kamis (18/10/2018).

Mahasiswi asal Jakarta ini mengharap ada bus penambahan yang dioperasikan. Karena jarak waktu satu jam di rasa lumayan lama, ditambah lagi saat di jam-jam repot.

“Harapannya sich nambah bus soalnya jika yang sore penuh sekali, jam-jam 15.00-17.00 Wita jam pulang kuliah. Selalu masih tetap ada halte yang tidak ada atapnya, jika jam 12.00 Wita itu panas sekali,” kata mahasiswi Fakultas Pariwisata UNUD itu.

Ia ikut memberi input masalah agenda bus yang fluktuatif. Ivana memperbandingkan dengan halte bus TransJakarta.

Perihal seirama ikut dikatakan Sudjana (65). Masyarakat Taman Griya, Jimbaran ini mengakui menjadi pemakai setia bus Trans Sarbagita.

Ia ikut menyalahkan masalah jarak bus yang kelamaan. Ia ikut memperbandingkan service transportasi Bali dengan di Jogja.

“Jadwalnya saat ini semenjak busnya ubah kecil, semula bus besar (jarak) 20 menitan saat ini 1 jam sebab armadanya yang menyusut. Koreksi armada kurang ditambah hingga dirapetin jadwalnya,” katanya.

“Jarak satu jam itu kelamaan. Di Jogja setiap 10 menit tetap ada serta tetap penuh. Koreksi lainnya di sini ikut (penumpangnya) kurang perduli untuk lanjut usia. Di Jogja saya baru masuk bus penuh telah ada penumpang yang berdiri, di sini tidak ada, ” papar bapak satu anak itu.

Ia ikut menyoroti masalah sarana bus Trans Sarbagita. Salah satunya masalah tehnologi pembayaran.

“Di sini keluar bus bayar turun di halte masuk bayar kembali, jika di Jogja kan tidak. Diluar itu di Jogja ataupun Jakarta kan telah gunakan e-Money di sini masih tetap bayar manual lantas keluar ticket, minta maaf, teknologinya masih tetap kuno,” papar masyarakat asli Bangli itu.

About admin