Waspada Pemberian Vaksin Palsu

Ikatan Dokter Anak Indonesia meyakinkan bahwa vaksin yang digunakan IDAI bersumber dari sumber yang benar. Vaksin yang dieri pada fasilitas kesehatan, misalnya puskesmas serta rumah sakit, aman dipakai serta dapat diperoleh dengan gratis.

Aman Bhakti Pulungan menjelaskan bahwa timbulnya kasus vaksin palsu bukanlah disebabkan tidak adanya vaksin di lapangan. Vaksin yang palsu untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Apabila masyarakat curiga anak balitanya diberikan vaksin palsu, dapat melapor pada dokter anak yang paling dekat supaya diobservasi efek karena vaksin palsu tersebut. Dampaknya tergantung dengan materi pada vaksin palsu tersebut.

Elizabeth Jane Soepardi mengungkapkan bahwa, belum ada laporan mengenai momen karena vaksin palsu. Anak balita yang diberikan vaksin palsu bakal diobservasi serta diberikan vaksin yang sesuai supaya terlindungi dari penyakit khusus.

Vaksin yang palsu adalah imunisasi dasar wajib yang sebetulnya gratis serta diberikan pada fasilitas kesehatan pemerintah. Fasilitas kesehatan swasta memperoleh vaksin gratis dari dinas kesehatan,” katanya. Untuk menindak lanjuti kasus vaksin palsu, BPOM mengadakan pemeriksaan fasilitas kesehatan demi menelusuri kemungkinan pemakaian vaksin palsu. Sasaran yang paling utama¬† yaitu klinik swasta kecil yang belum memiliki kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.