Home / Uncategorized / Pengaruh Bayi Telat Berjalan

Pengaruh Bayi Telat Berjalan

Bayi yang mulai berdiri serta berjalan paling lambat daripada bayi yang lain, dianggap mempunyai lebih banyak tantangan saat menguasai keterampilan kognitif maupun kemampun adaptif di saat mereka ada di prasekolah daripada teman – teman mereka yang berdiri serta berjalan cepat, salah satu penelitian AS membuktikan hal itu.

Dengan istilah lain, tumbuh kembang milestones motorik bayi, mempunyai kaitannya dengan keterampilan kognitifnya dikemudian harinya. Mayoritas bayi bakal mulai berdiri dengan berpegangan di usia sembilan bulan serta dapat berdiri sendiri dengan tak memakai bantuan kira – kira usia 12 bulan, dan bakal mulai berjalan pada usia yang sama maupun 1 hingga 2 bulan lebihnya, berdasarkan Pusat AS dalam Pengendalian serta Pencegahan Penyakit (CDC).

Dengan keseluruhan, hampir 600 bayi yang diikut sertakan pada penelitian, mulai berdiri dengan berpegangan di usia 8 hingga 9 bulan. Bayi yang belum memperlihatkan ciri – ciri bisa berdiri meskipun dengan bantuan sampai umur 11 bulan, diperoleh mempunyai skor keterampilan kognitif serta adaptif yang lebih rendah ketika melakoni tes prasekolah di usia 4 tahun, penelitian ini membuktikan hal tersebut.

Meskipun  ada kaitan antara perkembangan motorik bayi serta daya kognitif, akan tetapi bukan berarti anak mengalami masalah, hanya saja lebih lambat saat mengusai kemampuan khususnya, seperti daya mengingat serta kecepatan dalam memahami suatu hal,” ujar peneliti senior.

About admin